Kapolri Ingatkan Pentingnya Rendah Hati: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Alasan Untuk Merasa Lebih Tinggi
KILAS INFO
Pesan moral dari Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri menyoroti pentingnya akhlak, tanggung jawab, dan keteladanan bagi setiap pemegang jabatan.
JAKARTA — Jabatan, pangkat, kekuasaan, dan harta tidak seharusnya menjadi ukuran untuk menempatkan diri lebih tinggi daripada orang lain. Sebaliknya, semakin besar amanah yang diemban seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga sikap, menghormati sesama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut menjadi inti arahan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat melaksanakan Sholat Jumat bersama jamaah di Masjid Al-Ikhlas, Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 11.50 hingga 12.50 WIB tersebut, Kapolri mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati, menjauhi kesombongan, serta menyadari bahwa setiap kedudukan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” demikian pesan Kapolri sebagaimana dikutip dalam bahan pemberitaan kegiatan tersebut.
KETIKA JABATAN DIUJI OLEH SIKAP
Pesan tentang kerendahan hati memiliki relevansi dalam setiap lingkungan, terutama dalam organisasi yang menempatkan kewenangan dan tanggung jawab sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas.
Jabatan memberikan seseorang ruang untuk mengambil keputusan. Namun, kewenangan tersebut juga membawa konsekuensi: keputusan harus dipertanggungjawabkan, orang lain harus dihormati, dan kepentingan yang lebih luas tidak boleh diabaikan.
Dalam konteks institusi kepolisian, nilai tersebut dapat diterjemahkan melalui perilaku yang profesional, pelayanan yang menghormati masyarakat, serta pelaksanaan tugas yang berlandaskan hukum dan etika.
Pangkat dan kedudukan merupakan bagian dari struktur organisasi. Akan tetapi, keduanya tidak menghapus kewajiban untuk bersikap adil, mendengarkan orang lain, dan menjalankan tanggung jawab secara proporsional.
Kerendahan hati juga bukan berarti melemahkan kewibawaan. Sebaliknya, sikap terbuka terhadap masukan, kesediaan mengakui kekurangan, dan kemampuan memperlakukan orang lain secara bermartabat merupakan bagian dari keteladanan seorang pemimpin.
AKHLAK HARUS TERCERMIN DALAM TINDAKAN
Kapolri juga menekankan pentingnya mewujudkan nilai keimanan melalui perilaku sehari-hari, baik di lingkungan pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.
Pesan ini menempatkan akhlak bukan semata-mata sebagai persoalan pribadi, melainkan sebagai nilai yang seharusnya tercermin dalam hubungan antarmanusia dan pelaksanaan tanggung jawab sosial.
Rasa syukur, kejujuran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama perlu diwujudkan melalui tindakan yang dapat dirasakan manfaatnya.
Bagi pemegang jabatan publik, keteladanan memiliki dimensi yang lebih luas. Masyarakat tidak hanya melihat apa yang disampaikan seorang pejabat, tetapi juga bagaimana kewenangan digunakan, bagaimana keputusan diambil, dan bagaimana pelayanan diberikan.
Karena itu, pesan moral mengenai kesederhanaan dan tanggung jawab akan memperoleh makna yang lebih kuat ketika tercermin dalam perilaku yang konsisten.
KILAS INFO ANALYSIS: KETELADANAN DAN KEPERCAYAAN PUBLIK
Dalam kehidupan institusi, kepercayaan tidak terbentuk hanya melalui pernyataan atau simbol kepemimpinan. Kepercayaan tumbuh dari konsistensi antara nilai yang disampaikan dan tindakan yang dijalankan.
Pesan tentang rendah hati, misalnya, dapat menjadi pengingat bahwa kewenangan harus disertai kesediaan untuk mendengar dan mengevaluasi diri. Sementara itu, ajakan membantu sesama menegaskan bahwa kedudukan sosial semestinya tidak memutus hubungan seseorang dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bagi institusi kepolisian, nilai-nilai tersebut berhubungan dengan tantangan membangun hubungan yang baik dengan publik. Sikap menghormati masyarakat, profesionalisme, kepastian dalam pelayanan, serta pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas merupakan hal-hal yang dapat diamati secara nyata.
Dengan demikian, pesan moral dalam kegiatan keagamaan dapat menjadi titik refleksi yang relevan bagi kehidupan organisasi. Namun, dampaknya tidak cukup dinilai dari pesan yang disampaikan; penerapannya dalam pekerjaan sehari-hari juga menjadi bagian penting.
KILAS INFO INSIGHT
Kerendahan hati bukan sekadar sikap untuk ditampilkan ketika berada di hadapan orang lain. Ia merupakan kesadaran bahwa jabatan memiliki batas, kewenangan mengandung tanggung jawab, dan setiap manusia tetap memiliki martabat yang harus dihormati.
Di tengah struktur organisasi yang mengenal perbedaan pangkat dan kedudukan, prinsip tersebut menjadi pengingat agar kewibawaan tidak berubah menjadi kesombongan dan kewenangan tidak menjauhkan pemegangnya dari tanggung jawab.
Pada akhirnya, nilai kepemimpinan tidak hanya tercermin dari seberapa tinggi kedudukan seseorang, tetapi juga dari cara ia menjalankan amanah dan memperlakukan orang lain.
Pesan yang disampaikan Kapolri di Masjid Al-Ikhlas mengingatkan bahwa keimanan, akhlak, dan tanggung jawab perlu berjalan beriringan.
Sebab, jabatan dapat memberikan kewenangan, tetapi keteladanan dibangun melalui tindakan.
