G-BRAN Peduli Kasih, Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Flores.
DPD G-BRAN NTT bersama Universitas San Pedro Kupang hadir langsung membantu warga terdampak gempa di Kabupaten Ende dan SikkaFLORES, KILAS INFO — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores terus diwujudkan melalui aksi kemanusiaan.
Sebagai bentuk nyata kepedulian tersebut, DPD G-BRAN NTT melalui program G-BRAN Peduli Kasih menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak gempa di sejumlah wilayah di Pulau Flores.
Penyaluran bantuan dilakukan di Kabupaten Ende pada Senin, 21 September 2026, kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Sikka pada September 2026.
Kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Universitas San Pedro Kupang dan DPD G-BRAN NTT, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Bantuan diserahkan secara langsung oleh Dewan Penasihat/Pembina DPD G-BRAN NTT bersama Ketua DPD G-BRAN NTT, dengan didampingi Ketua dan jajaran pengurus DPC G-BRAN Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka.
Kehadiran langsung jajaran G-BRAN NTT di tengah masyarakat terdampak menjadi bagian penting dari gerakan G-BRAN Peduli Kasih, bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak cukup hanya melalui bantuan dari jauh, tetapi juga dengan hadir dan melihat secara langsung kondisi masyarakat.
Warga Sambut dengan Sukacita
Bantuan yang disalurkan mendapat sambutan positif dari masyarakat terdampak.
Warga menyampaikan rasa sukacita dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian yang diberikan oleh Universitas San Pedro Kupang dan DPD G-BRAN NTT.
Bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi pascabencana, bantuan tersebut tidak hanya memiliki nilai material, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bahwa mereka tidak menghadapi kondisi tersebut sendirian.
Kehadiran para pengurus G-BRAN di lokasi juga memberikan kesempatan untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Charolus: G-BRAN Harus Hadir Ketika Masyarakat Membutuhkan
Ketua DPD G-BRAN NTT, Charolus Kopong Koten, S.E., menegaskan bahwa kepedulian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari keberadaan G-BRAN di tengah masyarakat NTT.
Menurut Charolus, bencana tidak mengenal batas organisasi, kelompok maupun latar belakang masyarakat. Karena itu, ketika terjadi musibah, yang dibutuhkan adalah kebersamaan dan kepedulian untuk membantu mereka yang terdampak.
“G-BRAN NTT ingin menunjukkan bahwa ketika masyarakat mengalami musibah, kita harus hadir dan memberikan perhatian sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Ini bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang kepedulian dan rasa kemanusiaan,” ujar Charolus.
Ia mengatakan, program G-BRAN Peduli Kasih diharapkan dapat menjadi gerakan sosial yang terus tumbuh dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan bantuan di berbagai wilayah NTT.
“Kami tidak ingin G-BRAN hanya hadir dalam kegiatan organisasi. G-BRAN harus bisa hadir di tengah masyarakat, terutama ketika saudara-saudara kita menghadapi bencana dan membutuhkan dukungan. Kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita bangun,” katanya.
Charolus juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas San Pedro Kupang yang ikut berkolaborasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, kerja sama antara organisasi masyarakat, lembaga pendidikan dan berbagai elemen masyarakat merupakan kekuatan penting dalam membantu masyarakat menghadapi situasi bencana.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas San Pedro Kupang yang telah bersama-sama dengan DPD G-BRAN NTT mewujudkan kepedulian ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi penguat bagi saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” tutur Charolus.
Dari Ende dan Sikka, G-BRAN Peduli Terus Bergerak
Penyaluran bantuan di Kabupaten Ende dan Sikka menjadi bagian dari rangkaian G-BRAN Peduli Kasih untuk masyarakat terdampak bencana.
Bagi G-BRAN NTT, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kepedulian dan kebersamaan dari berbagai pihak.
Tidak hanya pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dunia usaha dan kelompok sosial juga dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
Kepedulian tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus memberikan semangat bagi masyarakat untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan setelah bencana.
G-BRAN Peduli Kasih dengan demikian tidak sekadar menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kehadiran langsung dan bantuan kepada masyarakat yang sedang membutuhkan.
Dari Ende dan Sikka, pesan yang dibawa sederhana: di tengah bencana, kepedulian, kebersamaan dan kemanusiaan harus tetap hidup. Kilas Info (mahdi)
