BREAKING NEWS

54 Korban KLM Nurul Salsa Selamat, 25 Penumpang Masih Hilang, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian


KILAS INFO ■ JAMPEA — Tim SAR Gabungan hingga Sabtu (18/7) berhasil menyelamatkan 54 korban tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Sementara 25 korban lainnya masih dalam proses pencarian.

KLM Nurul Salsa diketahui mengangkut 82 orang saat bertolak dari Pelabuhan Benteng Jampea menuju Pelabuhan Rauf Rahman Benteng pada Selasa (14/7) sekitar pukul 06.00 WITA.

Sekitar empat jam setelah berlayar, kapal mengalami kerusakan mesin hingga hanyut terbawa arus dan gelombang ke arah barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu. Setelah terombang-ambing selama kurang lebih enam jam, kapal akhirnya tenggelam di perairan sekitar 10 mil laut dari Pulau Sani-Sani.

Selain membawa puluhan penumpang, kapal juga mengangkut empat ekor sapi, enam unit sepeda motor, sekitar 10 ton beras, dua ton kopra, dan lima ton arang.

Kepala Pos SAR Selayar, Ronaldhi, G.K.M., mengatakan laporan kecelakaan laut diterima sekitar pukul 11.00 WITA. Tim Rescue Pos SAR Selayar kemudian bergerak menuju Desa Appatanah untuk mencari armada yang mampu menjangkau lokasi kejadian.

"Sebelum tiba di lokasi, Tim SAR Gabungan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tambolongan dan Desa Polassi untuk mengerahkan perahu dan kapal nelayan guna membantu evakuasi penumpang KLM Nurul Salsa. Sejumlah perahu balapan milik nelayan Desa Polassi lebih dahulu mencapai lokasi dan mengevakuasi para penumpang," ujar Ronaldhi.

Enam korban pertama yang berhasil diselamatkan nelayan Desa Polassi masing-masing Junaedi, Muh. Askar, Salla, Nasma, Riswan, dan Anhar. Para nelayan menerobos cuaca buruk dan gelombang tinggi selama sekitar tiga jam demi menyelamatkan para korban.

Evakuasi kemudian dilanjutkan menggunakan KLM Harapan Kita yang diberangkatkan Pos SAR Selayar dari Pelabuhan Benteng Jampea pada Rabu (15/7) pukul 18.00 WITA. Kapal tiba di sekitar lokasi sekitar pukul 22.00 WITA, namun proses evakuasi baru dapat dilakukan pada Kamis (16/7) pukul 04.45 WITA akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Selanjutnya, operasi pencarian diperkuat dengan pengerahan KLM Marlin 877, pesawat Boeing B737-200 TNI Angkatan Udara, serta Kapal Negara (KN) Kama Jaya milik Basarnas yang diberangkatkan dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.

Berdasarkan data sementara, 54 orang berhasil ditemukan selamat, terdiri atas 40 penumpang, nakhoda dan tujuh anak buah kapal, serta enam penumpang yang lebih dahulu dievakuasi nelayan Desa Polassi.

Sementara itu, berdasarkan data manifes, masih terdapat 14 penumpang yang belum ditemukan, yakni:

Cia
Bau Intang
Sahrul Amin
Madang
Andi Januari
Maridaeng
Umar
Naura
Nurhayati
Malida
Hasbi
Hasriani
Naila
Jusriawati

Selain itu, 11 orang lainnya dilaporkan hilang berdasarkan laporan keluarga di luar data manifes, yaitu:

Jaenuddin
Nurmiati
Jasmal
Musliana
Hasliana
Basrum
Hariati alias Bolong (44)
Nusrianti
Yusriyanti
Nasrawati
Sry Ardita

Dengan demikian, hingga saat ini jumlah korban yang masih dalam pencarian mencapai 25 orang.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, nelayan, dan unsur terkait masih terus melakukan pencarian di lokasi tenggelamnya kapal serta wilayah yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.(FAD)